Polaroid Photo

Pictures from liburanlokal.com

liburanlokal.com

The Best of Indonesia

Choose a Topic:

Sun
13
May '12

Sanggar yang ada di Desa Gilangharjo

?SANGGAR GIRI, GINO, GUNO (3G)

Sanggar Giri, Gino, Guno merupakan sanggar kesenian yang terletak di Dusun Kadekrowo. Kegiatan keseniannya berupa karawitan, ketoprak, tarian dan lain sebagainya. Berdiri pada 8 Juni 2007, diprakarsai oleh seorang wartawan Prancis. Nama Giri, Gino, Guno memiliki arti tersendiri yaitu “Giri” berarti tempat yang tinggi, “Gino” diambil dari nama pemilik tanah terdahulu dan “Guno” yang berarti berguna.

SANGGAR BATIK NYAWIJI

Sanggar Batik Nyawiji sebenarnya merupakan paguyuban bagi pengrajin batik yang ada di Dusun Gunting. Sanggar ini memiliki 11 anggota pengrajin, yang seluruh anggotanya ikut dalam pelestarian budaya batik. Produk yang dihasilkan adalah batik lukis, batik warna alam, kemeja batik dan lainnya.

SANGGAR LARASATI DAN SANGGAR TUNAS BUDAYA

Sanggar Larasati identik dengan anggotanya yang sebagian besar adalah anak-anak. Sedangkan Sanggar Tunas Budaya anggotanya lebih banyak berasal dari remaja dan orang tua. Kesenian yang dikembangkan berupa karawitan dan ketoprak.

*Di Desa Gilangharjo, terdapat situs sejarah yang hingga kini masih dilestarikan keberadaannya. Berikut adalah situs-situs sejarah yang dapat dikunjungi.

SELO GILANG

Selo Gilang merupakan cikal bakal nama Desa Gilangharjo. Batu Selo Gilang dahulu digunakan untuk bertapa Para Raja Mataram Kuno. Sampai saat ini, Batu Selo Gilang masih digunakan untuk mencari pencerahan bagi warga yang percaya. Batu Selo Gilang dipercaya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

SENDANG PLEMPOH

Nama Plempoh diambil dari nama Pohon Kepuh dan Pohon Pelem. Pada Sendang Plempoh terdapat binatang “Yuyu”, yang diyakini bila bertemu dengan binatang ini dapat menyembuhkan penyakit. Sedang Plempoh berada di dusun Gunting.

Sun
13
May '12

Keragaman budaya di Desa Gilangharjo

Berikut adalah kekayaan dan keberagaman budaya yang dapat ditemukan di Desa Gilangharjo.

BATIK

TOPENG

Keindahan topengnya tidak hanya dikenal di pasar domestik, tetapi juga sudah menembus pasar internasional seperti Vietnam, Belanda dan Perancis.

SENI LUKIS

Hasil lukisan yang berasal dari Desa Gilangharjo sudah dipasarkan tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di banyak negara, seperti Amerika, Perancis dan Belanda.

SENI PATUNG

WAYANG

REOG DAN JATHILAN

GAMELAN

KETOPRAK

MARCHING BLECK

Marching Bleck adalah inovasi dari Marching Band, namun mengkombinasikan kaleng bekas sebagai alat musiknya. Berawal dari peringatan kemerdekaan di tahun 1990, Agus Subiyakta S.Sn mengumpulkan warga setempat untuk mulai bermain musik dengan menggunakan alat musik seadanya. Sejak saat itu, Marching Bleck yang kemudian diberi nama “Fals Nada Sumuk-e” ini berkembang dengan pesat dengan pusat di Dusun Jodog. Hingga saat ini, anggotanya sudah mencapai 100 orang, dengan beberapa penghargaan yang sudah berhasil diraih. Marching Bleck dapat disaksikan di Desa Gilangharjo, khususnya pada waktu ada peringatan hari-hari besar.

Fri
20
Apr '12

??SekilasGilangharjo

Desa Gilangharjo merupakan salah satu desa wisata yang terletak di Kecamatan Pandak, kabupatenBantul, Propinsi D.I. Yogyakarta.Memilikiluas ± 726 hektar, terdiri dari 15 Dusundan 91 RT. Kelima belas dusun tersebut diantaranya: Dusun Kadisoro, Dusun Jodog, Dusun Karangasem, Dusun Daleman, Dusun Jomboran, Dusun Kauman, Dusun Kadekrowo, Dusun Bongsren, Dusun Ngaran, Dusun Karanggede, Dusun Gunting, Dusun Depok, Dusun Tegallurung, Dusun Banjarwaru, dan Dusun Krekah. Jumlah penduduk Desa Gilangharjo pada tahun 2009 sebanyak 16.390 jiwaterdiridari 4.653 kepala keluarga

Industri Olahan Pangan

Warga Desa Gilangharjo mengembangkan banyak industri olahan pangan. Di antaranya adalah :

- Abon Lele

- Abon Ayam

- Aneka jajan pasar

- Galundeng

- Makanan tradisional

- Criping Bonggol Pisang

?

Tue
10
Apr '12

Newbie Desa Wisata Gilangharjo

Salam kenal dari Desa Wisata Gilangharjo,

Mari liburan lokal ke Desa Wisata Gilangharjo, Indonesianers..

Sebagai Kawula Mataram hidup ditanah jawa “Jiwa kang kajawi” yang selalu Hamengku Hamengkoni, sedang Mataram “Mater” yang berarti ibu, sehingga Desa menjadi Ibunya kota. Desa Gilangharjo adalah sebuah desa dengan konsep “Wisata, Seni dan Tani” yang mempuyai semboyan Dengan Semangat Gotong Royong Menuju Terwujudnya Masyarakat Mandiri dan Produktif Melalui Pemenuhan Hak-Hak Dasar, Sehingga Tercipta Masyarakat Yang Sejahtera, Aman dan Tentram, dengan Menerapkan Ekonomi Kerakyatan, serta menggali dan melestarikan potensi budaya lokal Sehingga Gilangharjo mendambakan menjadi Desa yang Gilang-Gemilang “Panjang Apunjung Pasir Wukir Gemah Areripah Loh Jinawi Kerta Raharja”.

“Seni dan Tani” mencita-citakan menuju aklerasi kawasan desa wisata, Dalam hal Seni banyak terdapat peninggalan situs sejarah budaya, pelestarikan ritus ritual tradisi budaya, hidup dan berkembangnya kesenian tradisional, adanya sanggar-sanggar budaya, home industri, produk makanan olahan, handycraft, batik lukis. Dalam hal Tani konsep desa menuju pada pertanian terpadu yang terintegratif dengan alam untuk mewujudkan ketahanan pangan yang sehat. Maka prioritas pengembangan sektor pertanian organik, peternakan, perikanan dan pengolahan lahan pekarangan tanah kosong.

Sat
10
Mar '12

And The Winners Are… #Quiz2Yrs

Hi @LiburanLokal Followers,

Thank you once again for participating in our 2nd Anniversary Quiz in twitter (#Quiz2Yrs) yesterday.

We’re overwhelmed by the responds, and received hundreds of entry from all of you; most of them sent amazing destination’s names & its pictures.

We must admit that we were quite exhausted in sorting the participants to be listed in the Finalist. And instead of 10 Finalists, we decided to announce 20 Finalists this evening.

Then, we picked 6 winners (yes, it’s SIX instead of 5 winners we mentioned yesterday in twitter) to receive the prizes from our beloved friends & networks.

We wrote down 6 names each in one piece of paper, rolled them, then picked one by one…:)

List of the prizes:

1 pair of shirt from @TikShirtDesign & @IwetRamadhan for 1 person

2 pairs of clothes from @BelowCepek & @RianaRee for 2 persons

1 year subscription from @LIBURANmagazine & @PancaSarungu for 1 person

1 time Paragliding activity in Puncak from @VLDoo & @JakaWira for 1 person

1 time “One Day Diving Trip” from MV @Putri_Krakatoa for 1 person

And The Winners Are:

1. @id3pp – will get 1 pair of shirt from @TikShirtDesign

2. @TitiwAkmar – will get 1 pair of clothe from @BelowCepek

3. @StefKurniadi – will get 1 pair of clothe from @BelowCepek

4. @EvertThadate - will get 1 year subscription from @LIBURANmagazine

5. @marsheldotcom – will get 1 time Paragliding activity in Puncak from @VLDoo

6. @AbsolutRaia – will get one day diving trip to Kepulauan Seribu from MV @Putri_Krakatoa

CONGRATULATIONS to All Winners. See you in the next event of @LiburanLokal!

Thu
8
Mar '12

2nd Anniversary Twitter @LiburanLokal

2 years: 8 March 2010 – 8 March 2012.

Alhamdulillah…it’s been 2 years since we are in twitterland.

The main purpose of @LiburanLokal is : sharing knowledge with the followers about Indonesia; its beauty nature, heritage culture, amazing local products, in-country events, etc.

We want you, our followers, to get the info/knowledge, and hopefully you will ‘pay forward’ by spreading the info to others too.

As the citizen of this country, it’s our task to contribute something to build/make Indonesia ‘bigger’ and better. We pick the tourism simply because we see many potentials in terms of preserving our nature beauty as well as promoting them at the same time.

Today, to share the happiness with all of you, we would love to give small things to you.

Let’s celebrate today by sharing in TWITTER:

1. Your dream destination in Indonesia & its short description.

2. The picture of your dream destination (don’t forget to mention the one who took the picture).

Please create it in TWITTER, you can only use 140 characters, including:

1. Your answer

2. Your picture link (if any)

3. Mention of @LiburanLokal

4. Hash-tag #Quiz2yrs

Example:

Pink Beach in Flores, it has the real pink sand and beautiful underwater view. #Quiz2yrs @LiburanLokal

Period

Quiz Period: 8 March 2.30pm – 9.30pm

Winner announcement: 9 March

Prizes:

1. One Day Dive Trip from MV @Putri_Krakatoa for 1 person

2. Paragliding from @VLDoo for 1 person

3. One year subscription from @LIBURANmagazine for 1 person

4. One pair of Batik shirt from @TikShirtDesign for 1 person

5. Mix & Match clothes from @BelowCepek for 1 person

We have the full authority to pick/cancel the winners.

Good Luck, friends…:)

Let’s Spread The Beauty of Indonesia

Regards,

-LiburanLokal-

Tue
13
Dec '11

Newbie Diver Goes to Menjangan & Tulamben Bali

Punya Open Water Diving license buat apa kalau nggak untuk dipakai diving, ya kan?

Nah saya si anak baru di dunia diving, ceritanya lagi seneng2nya menikmati keindahan bawah laut. Sebagai orang Indonesia, beruntung lah kita yang bisa menikmati indahnya alam bawah laut terbaik dunia, dimana lagi kalau bukan di perairan negara kita.

Top diving sites dunia salah satunya: Raja Ampat, Wakatobi, Derawan, dan Komodo National Park.

Awal July lalu, saya bersama dive instructor & beberapa murid lainnya, pergi ke Bali untuk Safari Diving. Total trip adalah 4 hari diving di spot yang berbeda. Tapi saya hanya bisa mengikuti 2 hari trip karena banyak keperluan di Jakarta.

Hari pertama kami menginap di Aneka Lovina Hotel. Lovina adalah sebuah area di Bali Utara, dengan jarak tempuh sekitar 3 jam dari Ngurah Rai Airport. Daerah Lovina ini terkenal sbg lokasi untuk melihat lumba2 di lepas pantai, di saat matahari terbit. Tapi berhubung waktu yang sangat singkat, saya tidak sempat mencoba naik perahu jukung ke tengah laut & melihat lumba2.

Aneka Lovina Hotel ini terletak di pinggir pantai. Tipe kamar yang tersedia ada yang kamar hotel biasa, dan ada juga yang tipe cottage. Hotel ini cukup nyaman, bersih, dan asri. Dari segi harga pun masih cukup terjangkau.

Lokasi diving pertama adalah di sekitar perairan Pulau Menjangan, yang berjarak 1 jam naik mobil dari Lovina, sebelum akhirnya naik boat 30 menit. Pulau Menjangan ini memiliki pasir yang lumayan bersih, dan di salah satu sisinya terdapat patung Ganesha besar yang terletak di pinggir tebing. Rupanya pulau ini sering dijadikan lokasi ibadah warga Hindu. dan kebetulan saat itu adalah Hari Raya Galungan, jadi banyak warga memakai baju adat Bali yang menyebrang dengan perahu ke P. Menjangan.

Rencananya kami akan melakukan 3x diving hari ini. Spot pertama kita turun di sebuah wall dan langsung ke kedalaman 37 meter. Wall ini dihiasi dengan berbagai macam coral berwarna warni dengan aneka ikan2 yang menarik. Di situ lah saya pertama kali tahu bahwa yang namanya clown fish itu macam2 jenis & warnanya. Hehehe, yah maklum, newbie di dunia bawah laut. Di spot pertama saya sempat kehabisan udara & harus tandem dengan Dive Guide kami Pak Widana. Panik juga sih awalnya, tapi cukup tenang setelah tau persediaan udara Pak Wid masih cukup banyak utk kami berdua.

Dari spot pertama, kami merapat ke Pulau Menjangan untuk beristirahat (istilah diving-nya adalah surface interval) & makan siang selama 1 jam. Lalu spot ke-2 kami turun di dekat bat cave, another beautiful underwater sight. Begitu juga di spot ke-3. Beda banget dengan pemandangan bawah laut di sekitar Kepulauan Seribu hehehe.

Sore hari-nya kami kembali ke Lovina, untuk mandi & bersiap makan malam. Setelah makan, kami langsung tidur. Diving itu olahraga yang cukup menguras tenaga ternyata, pasti setelah diving kita akan merasa lapar & ngantuk.

Hari berikutnya kami berangkat ke Tulamben, yang ditempuh dalam waktu 1.5 jam dari Lovina. Tulamben ini terletak di sisi timur Bali. Yang terkenal dari Tulamben adalah ship wreck dari USS Liberty yang tenggelam tahun 1962.

Kesulitan diving di Tulamben adalah ketika berjalan memasuki air, karena jenis pantai yg berbatu hitam bulat, sementara kami harus berjalan di atasnya untuk bisa mulai masuk ke air. Buat newbie seperti saya, tentunya butuh pegangan kuat hehehe. Jadilah Pak Widana saya cengkram erat2, itu pun saya sempat jatuh terkena ombak.

Saat air sudah menutupi pinggang saya segera memasang fins, mask, dan regulator lalu mulai menyelam.

Baru turun sebentar, langsung sampai di ujung kapal USS Liberty itu. Ship Wreck ini sekarang menjadi lokasi tumbuhnya coral2 cantik. Saya juga bertemu ikan Baracuda, Jack fish, nudiebranch, dll.

Di Tulamben kami melakukan 3 penyelaman, dan 1 kali night dive karena saya sekalian mengambil Advance course.

Tidak terasa hari sudah malam, kami segera menuju Padang Bai untuk menginap di Puri Rai Hotel. Saya mendapatkan kamar di sebuah villa, bagian dari Puri Rai Hotel. Tempat ini cukup apik dan bersih, kamar saya pun cukup luas. Terdapat kolam renang di bagian depan pintu villa.

Ini malam terakhir saya di Bali, teman2 yang lain masih akan melakukan diving di Nusa Penida esok hari, namun saya sudah harus kembali ke Jakarta.

See you again Bali dive sites, I had a great time here.

Tue
13
Dec '11

Tiket GRATIS utk #RealWOW Party: Konser Keajaiban Indonesia

Teman2 follower twitter @LiburanLokal yang berdomisili di Jakarta, bisa mengikuti kuis untuk mendapatkan tiket gratis ke acara #RealWOW Party: Konser Keajaiban Indonesia.

Konser ini akan diadakan 15 Dec, jam 18.30 – 22.00, di Ritz Carlton Ballroom, Pacific Place, Sudirman, Jakarta.

Bagaimana cara ikutannya?

1. Twit foto ttg wisata Indonesia yang menurut kamu adalah sebuah keajaiban

2. Twit foto dengan mention ke @LiburanLokal

3. Twit foto dengan menggunakan hash tag #RealWOW

4. Satu orang boleh mengirimkan lebih dari 1 twit/foto

5. Pengirim twit/foto HARUS berdomisili di Jakarta

6. LiburanLokal akan memilih pemenang; dan tiap pemenang akan mendapatkan 2 tiket gratis utk masuk ke konser tsb

7. Pengambilan tiket dilakukan di hari H, yaitu di Ritz Carlton Ballroom PP, mulai jam 17.30 – 18.30, di meja dengan tulisan @LIBURANLOKAL

8. Pengambilan tiket dilakukan dengan menunjukkan account twitter, bukti email dari Liburan Lokal, dan KTP

9. Pengiriman twit/foto paling lambat 14 Dec jam 18.00 WIB

Ditunggu yah partisipasi teman2 semua…

Good luck!

Mon
12
Dec '11

Kampanye #RealWOW & Konser Keajaiban Indonesia

Majalah Marketeers bersama dengan MarkPlus, Inc tengah membantu promosi pariwisata Indonesia melalui program kampanye “The Real Wonder of the World (WOW).” Program ini merupakan insiatif kami sebagai perusahaan media swasta dalam rangka memasarkan pariwisawa Indonesia sebagai situs dunia yang penuh dengan keajaiban terutama dalam aspek budaya dan alam.

Program yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ini merupakan inisiatif kami dalam rangka memasarkan objek, situs, dan destinasi pariwisata di Indonesia yang memang layak disebut “The Real Wonder of the World” sebagai turunan dari program kampanye “Wonderful Indonesia.”

Program “The Real Wonder of the World” ini  pula bertujuan sebagai platform rujukan untuk mempromosikan sederetan panjang objek, situs, dan destinasi pariwisata Indonesia yang selama ini masuk dalam UNESCO World Heritage List seperti Taman Nasional Ujung Kulon, Hutan Sumatera, Taman Nasional Komodo, Candi Prambanan, Candi Borobudur, Carstensz Pyramid, dan Sangiran Early Men Site, dan juga mereka yang selama ini masih dalam posisi “tentative status” sebagai World Heritage List, seperti Raja Ampat, Taman Laut Bunaken, Taman Laut Wakatobi, Pura Besakih, Derawan Archipelago, Muara Takus, dan lain sebagainya.  Program ini pula akan menjadi platform untuk promosi benda-benda intangible dan tangible yang merupakan warisan budaya Indonesia seperti Wayang, Batik, Keris, Angklung, dan sebagainya, juga untuk promosi pelestarian flora dan fauna khas Indonesia seperti Orang Utan, Badak Jawa Bercula Satu, Harimau Sumatera, Kangguru Papua, Burung Cendrawasih, Gajah Sumatera, dan lain sebagainya.

Sebagai peluncuran program untuk mempromosikan deretan panjang keajaiban budaya dan alam di Indonesia ini, kami akan menyelenggarakan  “Real WOW Party: Konser Keajaiban Indonesia” yang rencananya akan diselenggarakan di Ballroom Ritz Carlton – Pacific Place, Jakarta, pada 15 Desember 2011 pukul 19.30-22.00 WIB.

Berkolaborasi dengan Kompas Gramedia Production dan KompasTV, Marketeers akan menampilkan pagelaran seni musik rakyat, tarian daerah, dan juga video footage mengenai Keajaiban alam dan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Konser ini juga akan menampilkan Dwiki Dharmawan & World Peace Ensemble, Dwiki Dharmawan & World Peace Ensembel, Elfa’s Singers, Lea Simanjuntak, Ivan Nestorman, Zaneta Naomi, Bayang Paris (Fauzan Ja’Far), dan sebagainya.***

Informasi lebih lanjut silakan menghubungi kontak person: Sigit Kurniawan/Bowo Hartanto di 021-57902338, mobile 087780202299, BBM: 26ae2d9c.

Tue
26
Jul '11

Keindahan Pulau Rinca, Pulau Komodo, & Pink Beach

Trip Date: 21-23 July 2011

Indonesia Timur memang surganya wisata alam & bahari. Salah satu yang baru saja saya kunjungi bersama dengan Kementrian Budaya & Pariwisata adalah Flores Barat, tepatnya Labuan Bajo, Pulau Rinca, & Pulau Komodo.

Akses menuju ke wilayah tersebut dari Jakarta kami tempuh dengan terbang ke Bali, utk kemudian melanjutkan ke Komodo Aiport di Labuan Bajo.

Ada 3 penerbangan Bali – Labuan Bajo, yaitu Merpati, TransNusa, & Wings Air. Semua penerbangan tersebut menggunakan pesawat berbaling-baling dua. Ketinggian jelajah pun tidak terlalu tinggi, sehingga keindahan pulau2 yang dilewati sepanjang perjalanan bisa kita rekam melalui kamera.

Tiba di Komodo Airport, rombongan langsung menuju ke pelabuhan kecil Labuan Bajo, dengan jarak sekitar 5 menit saja. Pemandangan menuju pelabuhan pun sangat menarik. Kami sempat minta supir untuk berhenti di salah satu spot dimana kita bisa memotret ke arah pelabuhan.

Dari pelabuhan ini kita menggunakan speed boat untuk mengunjungi Pulau Rinca. Di pelabuhan terlihat juga kapal2 LOB (Live Aboard) yang biasa digunakan para penyelam untuk diving di sekitar sini.

Jarak dari Labuan Bajo ke Rinca adalah sekitar 1 jam, dan perjalanan ini melalui pulau2 kecil yang bertebaran di sekitar perairan Flores Barat. Jangan lupa untuk selalu siaga dengan kamera kalian, pemandangan yang dilewati sangat sayang untuk tidak diabadikan.

Di Pulau Rinca ini kami mengunjungi Taman Nasional Komodo di Loh Buaya. Perairan di sekitar Loh Buaya ini sangat jernih. Kami dikawal oleh beberapa ranger yang mengantar kami ke Pos Ranger. Perjalanan dari dermaga Loh Buaya ke Pos Ranger melewati pemandangan yang cantik, pohon2 kering berwarna putih, pasir coklat muda, dan bukit2 hijau.

Setelah tiba di Pos Ranger, kami mendengarkan penjelasan dari Polisi Hutan setempat tentang pilihan trek yang ada di Loh Buaya ini. Ada yg short, medium, dan long trek. Saat itu kami memilih short-medium trek. Menurut mereka, short-medium trek ini bisa ditempuh dalam waktu 1.5jam secara total. Disarankan menggunakan sepatu yang sesuai dengan kegiatan trekking ini. Tidak jauh dari Pos Ranger tsb ada dapur, dan memang Komodo sering berkumpul di sekitar dapur ini karena mereka mencium bau ikan/daging/dan lainnya. Oya, Komodo mampu mencium sejauh 5 km lho. Jadi bagi wanita yang sedang haid, sebaiknya menunda trekking atau jika berjalan bersama group sebaiknya berada di tengah.

Kami berjalan mendaki bukit, dan begitu tiba di puncak bukitnya kami disuguhi (lagi2) pemandangan yang menakjubkan, yaitu teluk Loh Buaya dan pulau2 di luar teluk.

Bukitnya sendiri saat itu sedang berwarna coklat muda keemasan, namun beberapa pohon di sekitarnya masih berwarna hijau. Jadi bayangkan saja kombinasi warna coklat muda, hijau segar, biru laut, dan biru langit. That was amazingly beautiful!

Jangan lewatkan kesempatan berfoto di atas bukit ini yah.

Dari atas bukit, kami berjalan turun, melewati sebuah sarang terlur Komodo yang kosong, memasuki hutan kecil dan berjalan di sisi sungai kecil sebelum akhirnya tiba di kantin. Makan siang sudah disiapkan untuk rombongan kami.

Selesai makan, kami langsung kembali ke dermaga Loh Buaya untuk segera menuju ke Loh Liang di P. Komodo. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam. Tiba di Loh Liang, kami segera berkumpul untuk mendengarkan penjelasan dari Polisi Hutan mengenai jalur trekking yang ada.

Mengingat waktu yang sudah semakin siang, kami memutuskan mengambil jalur tersingkat, yaitu hanya sampai ke sebuah bangunan bekas restaurant. Sayang juga sebetulnya bangunan ini terbengkalai, karena dari bentuknya sih sudah modern dan bagus. Entah kenapa restaurant ini tutup.

Di sekitar bangunan tsb, kami melihat ada 2 komodo dgn ukuran lebih besar daripada yang kami temui di Loh Buaya. Tiba2 Pak Saleh, Polisi Hutan yang mengawal trip kami hari ini, iseng melempar tasnya ke depan salah satu komodo. Lalu komodo tersebut menoleh dan mulai berjalan mendekati rombongan kami yang sedang asik memotret. Tentu saja kami langsung bubar, lari sambil berteriak, dan makin cepat pula larinya si komodo mengejar kita.

Rombongan terpecah 2, ada yang naik ke rumah panggung, dan ada yang naik ke bangunan bekas restaurant. Rasanya seperti terjebak, karena 2 komodo itu sekarang ada di sekeliling kami hehehehe.

Setelah berhasil diusir, rombongan segera turun, dan kembali ke dermaga utk menaiki boat menuju Pink Beach, berjarak sekitar 30 menit dari Loh Liang.

Tiba di Pink Beach, rombongan segera turun dari boat dan melakukan kegiatan snorkeling. Airnya luar biasa jernih, dengan snorkeling beberapa meter saja bisa melihat coral2 cantik seperti karpet, ikan2 aneka warna & jenis, bahkan bisa melihat ikan pari berukuran sedang. Suhu air saat itu cukup dingin. It’s the best snorkeling I’ve ever experienced.

Memang ajaibnya pasir di pink beach ini akan berubah warna menjadi pink jika tersapu ombak. Wow!

Pulang menuju Labuan Bajo ditempuh dalam waktu hampir 2 jam karena hari sudah semakin sore, dan kami menikmati pemandangan sunset sepanjang perjalanan ini. Langit yang cantik berwarna ink, ungu, biru, orange, sampai akhirnya gelap.

Pagi harinya, pemandangan dari depan kolam renang di hotel Bintang Flores ini sungguh indah. Birunya laut, pulau, dan langit menjadi sebuah kesatuan seperti sedang memandangi ‘surga’ hehehehe. Cantik banget!

Sayang ini adalah hari terakhir kami di Labuan Bajo, kami harus segera check-out untuk menuju airport dan terbang bersama SKY aviation ke Denpasar Bali sebelum dilanjutkan ke Jakarta.

Bagi saya yang belum pernah menginjakkan kaki di NTT, merupakan sebuah kebanggaan akhirnya bisa melihat sendiri the legendary komodo, indahnya pink beach, dan cantiknya pemandangan di Labuan Bajo. Next time saya akan kembali lagi ke sini, bersama teman2 saya yang ‘heboh’ bbm begitu mereka tau bahwa saya sedang melakukan perjalanan ke Komodo island. Oya, dan lain kali jika dive log saya sudah cukup banyak, saya akan diving di sini.

Kata orang mahal ke Pulau Komodo atau Flores. Iya mungkin memang mahal, tapi bagi saya worth it kok mengeluarkan uang untuk bisa datang ke sini. Semoga pertumbuhan jumlah wisatawan domestik sama pesatnya dengan wisatawan asing. Yang cukup menyedihkan adalah jumlah wisatawan lokal hanya 15% dari jumlah total wisatawan yang berkunjung ke Flores Barat ini.

Di atas langit masih ada langit yang lebih tinggi, semakin ke timur akan semakin bagus pula pemandangan alamnya. Insya Allah saya diberi rejeki untuk bisa menjelajahi negeri yang cantik ini.

Terimakasih untuk Bu Ratna, Bu Esty, & twitter @indtravel dari Kementrian Budaya & Pariwisata yang telah mengundang saya mengikuti trip ini. Semoga tulisan saya bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk berkunjung ke Pulau Komodo & sekitarnya.